Sponsor

Senin, 22 Oktober 2007

Solo Balapan Peron Utara

Sejak seminggu sebelum lebaran kemaren ada suasana berbeda di stasiun kereta api Solo Balapan Surakarta Jawa Tengah, stasiun yang di perkirakan milik kerator Mangkunegaran pada jaman doeloe itu kini memang menjadi stasiun utama kota Solo disamping sebagai pusat pengendali lalu lintas kereta api ke arah gundih - kedungjati-Semarang, selain stasiun Jebres yang dulunya milik keraton Surakarta dan stasiun Purwosari yang menjadi stasiun pengatur lalu lintas kereta api ke Wonogiri yang masih aktif sampai saat ini meskipun hanya 1 kali perjalanan dalam satu hari dan jalur kereta api kota ke arah Kartosuro yang pernah menjadi pusat kerajaan pajang kala itu namun saat ini sudah tidak aktif lagi , Solo bisa jadi kota dengan stasiun Kereta Api terbanyak di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya yang memiliki 4 stasiun ( + stasiun Solo Kota untuk KA tujuan Wonogiri ) .
stasiun Solo Balapan peron utara sebelumnya memang jarang sekali di gunakan untuk turun naik penumpang, seperti halnya stasiun Tugu Yogjakarta yang memiliki peron double side yaitu stasiun berada di tengah tengah Peron , Solo Balapan peron utara dimulai dari jalur atau sepor 6 , 7 , 8, 9 peron ini dulunya digunakan untuk parkir kereta barang dan kereta langsing ke depo kereta Solo Balapan yang ada disisi barat laut stasiun, apabila anda sering naek kereta api melewati stasiun ini tidak akan dapat melihat stasiun solo balapan dari peron sisi utara kecuali anda akan naek kereta api LODAYA SIANG yang berangkat pagi hari jam 08:30 dari Solo tujuan Bandung, sejak diresmikannya jalur ganda dari Solo Balapan - Purwosari - Delanggu perjalanan kereta api LODAYA SIANG dari Solo Balapan tujuan Bandung di mulai dari peron utara hal ini karena jalur 1 di peron selatan di gunakan untuk ka ARGO LAWU tujuan Jakarta yang berangkat pukul 08:15 dan agar memudah kan ka masuk ke jalur utama double track yang menggunakan sisi kanan untuk ka tujuan ke arah barat .

Tidak ada komentar: