Sponsor

Kamis, 17 April 2008

Iklan 13 Th Telkomsel

"Dari Sabang sampai Merauke
berjajar pulau-pulau,
sambung menyambung menjadi satu
itulah Indonesia
Indonesia tanah airku,
aku berjanji padamu,
menjunjung tanah airku,
tanah airku Indonesia...."

Cukup lama memang tidak mendengar lagu perjuangan seperti ini , mungkin sejak lulus dari SD/ SMP lagu gubahan R. Surarjo itu kini terkenal dengan judul "Dari Sabang Sampai Merauke" , terlebih di iklan tersebut lagu itu di dinyayikan dengan iringan musik cempreng khas masa perjuangan kemerdekaan tempo doelo , lalu apa menariknya iklan layanan masyarakat tersebut???....

Disaat perang tarif industri telekomunikasi saat ini , tidak hanya operator yang dibuat pusing kepala bagaimana caranya menarik income sebanyak banyaknya dari produk yang mereka tawarkan, namun juga bagi kita masyarakat pengguna jasa telekomunikasi ikutan pusing mencermati iklan iklan operator yang menawarkan tarif murah, sudah layar TV yang masih 14" masih harus mencari tanda * ( bintang kecil) yang menjelaskan maksud sebenarnya dari iklan tersebut. banyak orang merasa jenuh melihatnya , tawaran apa lagi yang muncul ini mungkin itu yang ada di benak kita, sudah terkesan ribet , susah dicerna oleh pikiran .

namun iklan telkomsel yang satu ini membuat saya terasa mendapatkan sajian baru iklan operator seluler , mungkin memang bukan yang pertama karena bapaknya telkomsel yaitu PT Telkom sudah lebih dulu menyajikan iklan sejenis melalui iklan Internet Go To School yang menurut saya mudah dicerna , tidak terlalu mengexplore kemampuan produk , namun ada pesan sosialnya.

mungkin ini adalah strategi baru marketing dengan mengoptimalkan peran perusahaan melalui program CSR ( Coorporate Social Responsibility) , saya memang bukan orang yang paham betul tentang ilmu marketing , namun saya rasa ilmu ilmu marketing tradisional yang to the point menawarkan suatu produk dengan menceritakan kemampuannya bisa ini bisa itu dengan harga yang murah memang tidak harus ditinggalkan begitu saya. namun dijaman sekarang ini saya pikir masyarakat tidak lah terlalu bodoh memahami suatu produk, bagi mereka barang yang bagus dengan harga murah pasti mereka cari. kembali ke iklan operator , lalu sampai kapan operator itu akan gencar dengan iklan iklan seperti skr ini apakah dengan memperbanyak angka nol di belakang koma 0,0000000......................... atau malah sampai menggratiskan tarif ???.

saya pikir operator harus mancari jalan lain dalam menarik hati customernya, atau dengan kata lain membangun perusahaan dengan cinta , customer kalau sudah cinta dengan suatu perusahaan produk apapun yang di miliki perusahaan itu pasti akan dipakainya , tapi kalau customer sudah kecewa sekali saja, mau sebagus apapun produk, dia akan benci sekali dengan perusahaan itu.

oleh karena itu sudah saatnya suatu perusahaan itu kini tidak lagi bersuara melalui iklan menyuruh masyarakat membeli produknya, namun skr dibalik perusahaanlah yang harusnya bersuara tentang apa yang telah perusahaan perbuat untuk masyarakat.

Disaat banyak perusahaan negara di swastanisasi, dan pasti yang beli orang asing karena mereka yang punya banyak duit, maka perusahaan perusahaan yang masih merah putih walaupun prosentase sahamnya hanya 50% lebih sedikit perlu memperlihatkan lebih perannya untuk pembangunan Indonesia.

Tidak ada komentar: